Archive for October, 2005

Unbreak my heart

Thursday, October 13th, 2005

"Unbreak my heart"

Sebuah renungan

Dengan sedikit kenekatan dan Basmallah, 1 tahun right after marriage, kita beranikan beli our dream house, small but comfort in Jababeka dengan banyak pertimbangan diantaranya cari environment yang bagus buat perkembangan our Naura, walau we didn’t earn that much, tapi kita bertekad memberi yang terbaik dengan kemampuan yang ada (off course ^_^ ) buatnya…kita sepakat ga mau membesarkannya dalam lingkungan yang padat (seperti most rural urban area at Jakarta) kalaupun ada lingkungan yang sesuai di Jakarta Pusat but it seems doesnt fit our incoming hehehe…

And cobaan datang silih berganti, mulai dari acara “promosi” -yangmenyebalkanitchuuu- sampai kenaikan BBM yang mau ga mau, like or not “menurunkan” pendapatan, but we have to be survive (soalnya ga suka pakai sentence “pasrah”)…in any condition…”Mey, katanya gas mo naek jadi 75 ribu lohh..” kata Ade, my acquitance yang meja-nya sebrang2an –karena seberang gw, jadi gw sering nyuruh2, dulu alesan hamil, sekarang alesan mo meres asi hehe.., maappphh ya De :))-   “hmm..gile benerr..palingan gw pake kayu bakar aja deh de, kayunya dari pohon mangga depan rumah gw hehe…”

Mhh…what goin to be? Di Milis funky mom, semua bingung..that mean im not alone :p (iyaaa laaahhh…) untuk gas, gimana caranya biar ga boros coba? Rebus air buat  mandi si kecil, buat rebus dotnya, buat rebus cangkirnya…buat angetin ASI-nya…buat isi termos dalam rangka ceboknya (yg ini mungkin gw aja yang kelewatan, karena gw selalu cebokin pake air rebus yang udah anget, pakai kapas khusus pula hehe..tapi hasilnya dunk : My naura GA PERNAH ruam popok, pokoknya muluzzz huehehe… bangga deeehhh ^_^)

Berbagai rencana penghematan diulas di milis, mulai cari diapers yang murah ampe ide ga usah pakai diapers and biar suami yang belanja hahaha…dasar emak-emak adaa aja… si mbok juga mulai ngomel2in si abang sayur abisnya harga bawang merah 100/butir katanya… pas gw tanya kenapa sewot, u noe what’s her answer ? “…lha bu, gimana di kampung anak ama suami saya? Harga udah segini naeknya…mereka masih bisa beli makan ga ya bu..?..” Duh terenyuh… mau jawab ga tega… ya mbok, sabar aja..lagian di kampung sih ga akan ada yang kelaperan, soalnya mau makan tinggal metik sayur2an dihalaman rumah.. –secara daun singkong tuh gratis gitu lohh- lalu TRENGGG…. inget lingkungan sekitar… ga usah jauh-jauh, di kantor… gw dan emak2 yang lain, yang bekerja dengan otak dan titel, yang judulnya “menambah” income sudah merasa beraaattt…. segudang keluhan… dan bagaimana rekan kita yang kebetulan tugasnya cleaning service/office boy?? Tadi pagi buat my morning coffee di pantry… dengan sigap dan senyum Nurdin (office boy) nyiapin bahan-bahan yang diperlukan buat my favorite light rich coffee ; kopi, gula, creamer… (gw ga mau dibikinin, selalu buat sendiri secara ampe hari ini ga ada yg bisa bikin kopi sesuai “taste”nya gw, light coffee tapi creamernya yang banyaakkk :)) ) and sambil buat kopi, i had a little conversation :

Gw : Din, kumaha budak? sehat? sabaraha beuratnya ayeuna? (translate : Din, gimana anak? Sehat ? berapa kg beratnya sekarang?) –anaknya seumuran ama my naura, 4 bulan-an)

Nurdin : Alhamdulillah bu, sae,…tapi ari beuratna mah kirang terang, da henteu ditimbang tos lami… (translate : Alhamdulillah bu, sehat… tapi beratnya ga tau berapa, udah lama ga pernah ditimbang lagi…)

Gw : Eh, kunaon? kudu dileukeunan ka Pos Yandu, ambeh katingali perkembanganana (loh, kok gitu? Kalo ke pos yandu harus rajin lho, biar si kecil terpantau terus kondisinya…)

Nurdin : Da teu aya pos yandu bu, anu aya oge Bidan, upami nimbang awis..kedah mayar 5 rebu…(translate : ga ada pos yandu bu…adanya Ibu Bidan, sekali ditimbang bayar… mahal bu.. 5 ribu…)

Gw : Eh..kitu-nya? (lah? Kok gitu) (suerr gw baru tau kalo ga semua daerah ada pos yandu-nya…:(( )… trus imunisasinya kumaha?

Nurdin : henteu diimunisasi bu..

Gw : ga pernah sekalipun?

Nurdin : belum… kalo imunisasi bayar lagi bu… 15 ribu, jadi tambah timbang total 20 ribu…

Gw : ..speechless… (mudah2an Nurdin ga liat genangan air di mata gw)

Duduk termenung depan komuter dengan berkas2 CPR …Mendadak tangan terasa lemess… kopi hangat dihadapan udah ga menarik lagi… gw hirup wanginya dalam-dalam.. it break my heart..sedih… ngebayangin gimana mereka dengan UMR-nya nyukup-in kebutuhan rumah tangganya.. bayar kontrakan…biaya makan…belum sabun, dll… dan stoppp…gw ga bisa lanjutin lagi… ga tega… sesuatu yang ga pernah gw pikirin sebelum berumah tangga… pengen rasanya membagi dari sedikit yang gw punya supaya anak lelakinya Nurdin bisa dapat haknya yaitu imunisasi dan pantauan kesehatan secara berkala… tapi… bagaimana dengan “nurdin-nurdin” yang lain?? un-fair kalo gw bantu cuma dia.. Saat ini gw belum mampu menyisihkan untuk mereka semua walaupun.. Only God now, how much i wanna do that… Duh Gusti.. tolonglah mereka… Duh maha Pengasih, jangan beri mereka cobaan lebih berat lagi… Jagalah keluarganya dalam kesehatan yang baik… kuatkanlah imannya dalam Tawakal kepada-Mu…

Somewhere, 14.27 WIB

A mother being…

to love u….

Wednesday, October 12th, 2005

When we first met

I held back so much afraid to show my deepest feelings

As I got to know you better your gentleness and honesty

encouraged me to open up

and I started a trust in you that I never had with anyone else

Once I started to express my feelings

I realized that this is the only way to have a relationship

It is such a wonderful feeling to let myself be completely known to you

Thank you so much for showing me what two people

can share together and spending many beautiful times

Silhoette

Tuk Lelaki-ku… yang terbangun tengah malam untuk mengganti popok putrinya…yang terkantuk-kantuk menidurkan buah hatinya…yang sudah memilihkan rok pink yang cantik untuk buah cinta kita…yang mengaku tidak romantis tapi membelikan chocolate "honeymoon" fudge cake on our 1st anniversary.. yang pernah memberikan bunga mawar merah dan bunga mawar putih on my "bad" day…love u with every beat of my heart…

Our Baby 1st Travelling

Monday, October 10th, 2005

Naura’s 1st Travel to Bandung

1st Oct 05 Morning, Pagi ini jadwal Imunisasi Naura Dpat + HiB Infanrix II, pertama diperiksa dadanya pakai stetoskop.. Naura malah nyengir-nyengir sambil ketawa (mungkin dingin dan geli ya nak? Hehe..) lalu diperiksa tenggorokannya, “buka mulut sayaanngg..” kata eyang dokter…sampai tahap ini puteri bunda nurut dengan manisnya buka mulut, lalu … ?? yang terjadi malah kayunya digigit dan ga mau dilepaskan (lengkap dengan pandangan jailnya) … wahhh… eyang dokternya ketawa-ketawa sambil bilang gini sama bunda, “ya udah deeehh…tapi ga ada keluhan apa-apa kan bu?” bunda bilang ga ada, lagian liat kondisi Naura, siapa-pun ga akan khawatir, umur 4 bulan tinggi 66 cm, berat 8,3 kg, kepala udah tegak, udah tengkurap dan aktiiifff bangeth… Alhamdulillah.

Duh, bunda senaaannngg deh Naura ga nangis waktu disuntik, padahal bunda yang lihatnya udah pengen nangis karena ga tega… Naura malah sibuk mendemonstrasikan kepinteran yang terbaru “blurrrbbbb” ngeluarin suara (campur2 basah hehe..) seperti tiup terompet ama eyang dokter :P … setelah selesai disuntik ga lupa eyang dokter diberikan senyum “menawan”nya :)) sampai dokternya memuji,.. duuhhh anak pintar!! Tough girl… teruslah menjadi pribadi yang kuat dalam menjalani hidup ini ya sayang…

Pulangnya Naura nenen trus bobo istirahat, karena sore ini mau ke

Bandung

, hmm, this is

ur

out of town first travel ya sayang…walaupun baru imunisasi, mudah2an ga apa-apa, im sure my little angel a tough baby ^_^ kata bunda sambil kuat2in ati :))

Sepanjang jalan mata jernihmu ga lepas-lepas menikmati pemandangan sambil sesekali masukin si Doli ke dalam mulut mungilmu.. pintar benar nak, ga minta nenen, ga rewel.. betul2 menikmati perjalanan travelmu yang pertama duh, bunda dan ayah seneng jadinya ^_^ cuman 1,5 jam kita sudah sampai di halaman rumah kiki dan eyang, yang langsung hebooohhh mencium pipi tembemnya si cantik,mmhh..thanks God everything o-k!!

Rilla_kaget

Struggling to Surrender

Wednesday, October 5th, 2005

Thread for today…hari kedua puasa niihh… taken from Jeffrey Lang’s Book, "Struggling to Surrender" mmm .. judulnya aja so sweettt ^_^ ok, satu topik menarik, sebuah pertanyaan: " Jika Tuhan memang menginginkan semua orang menjadi baik, mengapa Dia tidak memprogram semua orang untuk menjadi baik, dan hanya menjadi baik? " Jawabannya ternyata sangat sederhana: " Tidak bisa, karena kebaikan bukanlah hal yang bisa di-install. Kebaikan itu baru bisa didapatkan dengan suatu proses evolusi dari hari ke hari " Lang mencontohkannya dengan sebuah analogi: Dapatkah kau meng-install program untuk membuat komputermu piawai menulis artikel? Tentu saja tidak, ….kau hanya dapat meng-install program untuk spell-check sehingga hasil kerjamu terbebas dari kesalahan ketik. Tapi kau bisa belajar dari kesalahan2 ketik itu untuk lebih berhati2, dan di suatu saat nanti, bisa jadi kau menghasilkan artikel2 indah dari komputermu… i really impressed by what he tought because of me myself masih jauuuuh banget dari mengasilkan artikel2 yang indah dari komputer (Hidup), masih dalam tahap "spell-check" yang nggak selesai2… masih berusaha membersihkan hidup dari kejengkelan, kemalasan dan membenahi hal2 yang sebetulnya da perlu… but still tapi belum benar2 bisa membersihkan hati dari kejengkelan, hal-hal yang ga perlu (baca: ga penting) bahkan mungkin juga dari subyektivitas…

Eventough..life goes so does me..goes dengan pembelajaran-pembelajaran baru yang ga lepas dari kekeliruan…mudah2an suatu hari nanti proses ini akan menghasilkan artikel yang indah, bangga untuk dimiliki dan membahagiakan orang yang membacanya..Amin.

IMEY-and life goes on…-

**Inspired by SWASTINIKA writing**

Untitled1_copy

Fav Movie Quote

Tuesday, October 4th, 2005

Kebun_teh_3

I guarantee that we’ll have tough times.
And I guarantee that at some point
     one or both of us will want to get out.
But I also guarantee that if I don’t ask
     you to be mine,
I’ll regret it for the rest of my life.
‘Cause I know in my heart
You’re the only one for me.
 

- the marriage proposal from Maggie (played
by Julia Roberts) to Ike (played by Richard
Gere) in the movie "Runaway Bride" -