Kisah sedih di hari lebaran

Kisah sedih di Hari Lebaran

Sayup sayup takbir terdengar di kota-ku tercinta Bandung, hujan mulai turun perlahan langit mulai gelap sedari Adzan Maghrib tadi…rumah terasa sunyi hanya ada aku dan my Naura…yang sudah tertidur lelap…lamat2 tercium wangi bunga sedap malam menambah keheningan kian terasa sunyi mencekam…tak terasa air mata mulai menetes…masih terbayang malam takbiran lalu semua berkumpul, anak-anak bermain kembang api, mama menyiapkan kue-kue, kami anak-anaknya sibuk menghabiskan kue2 :P canda dan tawa terdengar dari penjuru rumah…hari ini sangat berbeda, semua di rumah sakit menanti seorang pria yang sedang berjuang di meja operasi…that man was my father….

Di usianya yang kepala tujuh papa masih sangat sehat, hari-harinya diisi oleh olah raga kesukaannya, berenang dan bersepeda, semua kagum dengan kesehatannya mungkin sebagai mantan AURI papa terkondisikan gaya hidup yang sehat, beliau berolah raga teratur, tidak merokok, tidak minum kopi/teh dan satu yang pasti, beliau tidak pernah memikirkan hal-hal yang buruk, semua adalah indah di matanya seindah nada-nada yang beliau mainkan di piano setiap pagi " Bunga anggrek telah tumbuh…begitupun hatiku…." begitu-pun kesehariannya beliau tidak pernah bisa diam, ada saja yang dikerjakannya mulai dari mengurus kebun sampai memanjat pohon untuk memetik mangga! dan hari itu semua terenggut darinya oleh seorang supir yang tidak bertanggung jawab…seseorang yang telah menabrak papa dan meninggalkannya begitu saja…untung saat itu Mba Titi/Mama Manda ada disana sehingga papa bisa cepat2 dibawa ke Rumah Sakit…diagnosis dokter membuat kami semua terpukul…tulang panggul patah…harus dioperasi untuk diganti dengan tulang panggul prostase….sulit untuk dapat kembali normal…My Father…seseorang yang selama hidupnya belum pernah menginjak rumah sakit untuk kepentingan dirinya sendiri, yang sangat takut dengan jarum suntik, kini harus menghadapi operasi besar yang memakan waktu 6 kam….Ya Allah, bantulah papa menghadapinya, berikanlah kesembuhan padanya….

Hari lebaran….kutatap wajahnya yang terlihat lebih tua sedang tertidur pulas, operasi yang memakan waktu 6 jam mungkin sudah menguras habis seluruh tenaganya…kutarik selimutnya perlahan supaya dinginnya ac tidak mengusik tubuhnya yang renta…kupegang tangannya yang pucat entah berapa banyak selang infus yang menempel di tangan yang dulunya kekar..di tangan yang dulu kokoh untuk menggendongku…di tangan yang telah berjuang mencari nafkah untuk membesarkan anak-anaknya…kucium dengan penuh hormat dan sayang..air mata turut membasahi tangannya…kucium pipinya seraya kubisikan, "papah…selamat lebaran…mohon maaf lahir dan batin…" perlahan matanya membuka dan menatapku…"mey keke…sama2 sayang, maafkan papa juga kalau papa ada salah…" aku menggeleng kuat-kuat sambil berupaya agar papa tidak melihat buliran air mata yang mulai berjatuhan di pipi…"papa…masih sakit pah?" "engga…engga…nanti juga baik…udah jangan lama-lama disini kasihan putri .." .(papa selalu memanggil Naura dengan "putri" katanya because she’s my daughter’s princess :)) sampaikan salam papa buat saudara, mohonkan maaf papa buat mereka ya…pintanya.. pandangannya beralih ke Dhani, my brother, "jadi berangkatnya? wah, asyik ya jalan-jalan terus.."candanya.. kakaku membungkuk " iya pah, Insya Allah jadi, maafin Dhani ya pah ga bisa nungguin papa karena tidak bisa ninggalin tugas kantor…" "luxemburg kan? " kata papa "bukan pah, amsterdam terus ke switzerland…" "ok, hati2 ya nanti oleh2 ceritanya di rumah aja ya karena kalo dhani pulang, pasti papa udah di rumah…" kemudian perawat mengingatkan kami untuk keluar ruangan karena untuk masuk HCU max 2 orang, maka kami masuk bergantian…

Ya Allah maha pengasih…berikanlah kekuatan pada papa kami untuk dapat melawan rasa sakitnya…berikanlah kesembuhan agar beliau dapat kembali sembuh seperti sediakala….agar tahun depan kami dapat melalui lebaran dengan penuh kebahagiaan seperti tahun-tahun sebelumnya…amiin…

Bandung, 3 Nov 05

2 Responses to “Kisah sedih di hari lebaran”

  1. cAst Says:

    yang pasti aku sangat terharu…ga terasa ketika mbaca …butiran2 air mataku menetes.

  2. Fira Says:

    Imey, gimana keadaan papanya sekarang. Jadi kangen sama papaku sendiri, i wish i could spend more and more of time time wit him.

Leave a Reply